Jumat, 21 September 2012

Cerita Seks : ML Dengan Nenek

Cerita Seks : ML Dengan Nenek

Usiaku menginjak 16 tahun ketika nenek tinggal di rumahku. Semenjak kakek
meninggal beberapa tahun yang lalu nenek tinggal sendirian di rumah besarnya
ditemani beberapa pembantu dan pengurus rumah. Namun setelah nenek mengalami
gangguan pada daya ingatnya (pikun), orang tuaku memutuskan untuk membawa nenek
ke rumah karena selalu khawatir kalau ditunggui oleh orang lain di tempat
terpisah. Karena pikunnya sudah berat, orang tuaku berpesan kepada kami agar
menjaga nenek ekstra hati-hati, meskipun kita sudah menyediakan seorang suster.

Usia nenek kira-kira 60 tahun, tapi kondisinya tidak seperti kebanyakan manula,
nenek pandai merawat diri karena beliau dulunya isteri seorang pejabat tinggi.
Badannya langsing dan masih kelihatan segar, meskipun tidak mirip, boleh
dikatakan tipenya Titiek Puspa lah. Sudah tentu waktu mudanya nenek cantik
sekali, seperti yang saya lihat di foto-fotonya.

Penyakit nenek yang paling parah adalah kondisinya yang pikun, sampai-sampai
tidak mengenali kita semuanya. Kesenangannya, setiap hari cerita tentang masa-masa
lalu seolah-olah dia sedang terlibat pembicaraan dengan orang dulu yang
dikenalnya. Untungnya secara fisik masih sehat walafiat. Dia masih bisa
mengurusi dirinya sehari-hari. Masalah paling berat adalah harus mengawasi dia
sepanjang waktu, seperti mengawasi balita.

Nenek adalah orang yang perfeksionis dalam hal penampilanya. Kelihatanya
sebagian besar waktunya habis untuk mematut/merias dirinya. Tiap pagi dia turun
dari kamarnya di lantai atas untuk sarapan, terus mandi kemudian mulai me-make
up dirinya. Menurut alam pikirannya dia berada pada masa 25 tahun ke belakang
ketika sedang tour bersama suaminya. Rumahku dianggapnya hotel yang dia tinggali
selagi tour. Berkali-kali kita harus mencegatnya di pintu depan, yang katanya
mau keluar hotel dulu keliling kota.

Cerita selanjutnya, kita sudah terbiasa dengan segala kerepotan mengurusi nenek
pikun. Sampai suatu hari segala tanggung jawab menjaga nenek tertumpah semuanya
kepadaku. Aku baru saja pulang dari rumah Yanti, pacarku. Lama-lama kepingin
juga merasakan vagina perawan. Usiaku saat itu 19 tahun. Yanti sudah mau saat
kuajak ke pangandaran liburan ini. Wah.. pokoknya pikiranku sudah penuh dengan
vagina perawannya yanti.

Baru saja aku masuk rumah, ayah sudah memanggilku lalu ngomong, seperti sudah
direncanakan ayah dan ibuku akan menghadiri pernikahan anak kliennya di
Singapora selama seminggu, tapi Mbak Wien suster nenekku mendadak pulang kampung
karena ibunya meninggal. jadinya sebagai orang satu-satunya di rumah aku yang
harus menjaga nenek sendirian.

Kesel sekali hatiku, hancur deh liburanku tapi mau gimana lagi, aku tidak bisa
berbuat apa-apa lagi karena keadaanya mendesak. Meskipun di depan ayahku manggut-manggut
tapi hatiku gondok sekali. Gagal total bulan maduku bersama Yanti, padahal sudah
kurencanakan masak-masak.

Untuk persiapan menjaga nenek 24 jam setiap hari dalam seminggu, aku beli
makanan dan minumana secukupnya, dan tidak lupa aku sewa VCD porno banyak sekali.
Ayah dan ibuku berangkat setelah makan siang sementara Mbak Wien sudah berangkat
sejak kemaren sore.

Aku cek nenek di kamarnya, kemudian aku ke ruang tengah nonton VDC sambil makan
makanan kecil. Tak terasa waktu sudah sore dan hampir gelap, karena kebanyakan
nonton VCD porno, aku jadi horny sekali, apalagi ingat Yanti, wah.. kapalaku
serasa mau pecah karena menahan nafsu. Akhirnya aku kocok-kocok sendiri penisku.
Aku masih duduk di depan TV sambil mengocok penisku ketika kulihat nenek turun
dari kamarnya. Wow..!, cantiknya... Dia memakai gaun malam warna biru yang ketat
sehingga tampak semakin seksi, rambutnya tertata rapi, sepertinya butuh waktu
yang cukup lama untuk merias dirinya seperti itu. Kulihat penampilan nenek malam
itu sangat istimewa.

"Saya akan pergi makan malam bersama suami saya", katanya, sambil ngeloyor
menuju pintu depan.
Tadinya akan kubiarkan saja dia pergi. Tapi kuurungkan niatku itu, kiamat tuh
kalau sampai nenek hilang, cepat kuhampiri dan kupegang tangannya.
"Lepaskan aku anak muda", katanya marah.
"Akan kulaporkan kamu kepada pimpinan hotel ini."
Sambil berkata begitu, dia menepiskan tangannya sambil tetap mencoba melangkah
ke pintu depan. Untung tangannya kupegang kuat sekali. Kucoba memberikan
penjelasan, seperti yang sudah-sudah tapi tidak berhasil. Alam pikirannya masih
tentang dunia masa lalunya dan tak pernah mengenali lagi alam nyata sekarang ini.

Secara tiba-tiba dia meronta kuat sekali dan terlepas dari peganganku. Kemudian
berlari ke arah pintu depan. Secepat kilat aku mengejarnya. Kukunci pintu depan.
Setengah kuseret kutarik nenek kembali ke kamarnya. Sambil menaiki tangga dia
ngomel-ngomel sambil mukuli punggungku. Biasanya kubujuk dia sambil meladeni
ocehannya tentunya sambil berpura-pura jadi orang pikun juga. Tapi kali ini lagi
nggak mood, berhubung aku masih dongkol dan nggerundel.

Begitu sampai di kamarnya, dengan agak keras kudorong dia ke tempat tidurnya.
Karena kudorong tiba-tiba dia agak terjengkang kemudian terguling di ranjangnya
sambil kedua kakinya terangkat ke atas. Ketika itulah gaun bawahnya melorot
sampai pinggangnya. Ketika itu kulihat celana dalam nenek berwarna hitam,
kakinya masih padat dan putih mulus, para pembaca juga nggak bakalan nyangka
kalau itu paha manula.

"Keterlaluan", tangisnya. "Aku akan laporkan kamu sama manajemen hotel ini",
katanya lagi sambil merapikan bajunya. Aku tidak tahu apa yang terjadi, mungkin
karena sedang horny berat. Kutarik lagi bajunya sambil kucoba melepaskan ke atas
melalui kepalanya. Setelah itu tanganku merayap ke bawah lagi, Kutarik celana
dalamnya perlahan-lahan sampai akhirnya lepas di ujung kakinya.

Nenek kelihatannya shock beberapa saat dan hanya diam terbaring di ranjangnya.
Aku berdiri sambil terus perhatikan vaginanya. Penisku sudah keras sekali,
apalagi bayanganku tentang rencana liburan bersama Yanti berkecamuk lagi. Cepat-cepat
kubuka seluruh pakaianku, kemudian naik ke atas ranjang. Aku berlutut diantara
kedua kakinya. Tanganku mulai mengelus-elus pahanya, kemudian perlahan-lahan
kuelus vaginanya. Ooohh.. tubuhku bagaikan dialiri strum ratusan watt,
menggelepar-gelepar sambil leherku tercekat menelan ludah.

Meskipun sudah pikun, sepertinya dia mulai menyadari apa yang sedang terjadi.
Dia berusaha melepaskan diri. Kudekap dia erat-erat. Dia meronta-ronta minta
dilepaskan ketika kutindih tubuhnya. Sambil tangan kananku mendekapnya, kupegang
penisku dengan tangan kiri, lalu kuarahkan dan kutempelkan di bibir vaginanya
lalu perlahan-lahan mulai kutekan.

Dia mengerang. Mula-mula kugenjot pelan sekali. Kudorong semakin dalam setiap
kali kutekan. "Ooohh.. eeenak sekali". Vaginanya semakin basah. Tiba-tiba
tangannya terlepas kemudian menarik kepalaku, dan menciumku dengan sangat dalam
sekali.
"Oh Mas Satro..! Aku selalu mencintaimu", diantara desahannya sambil menangis.
Dalam fikiranya dia sedang bersetubuh dengan suaminya (kakekku).
"Aku minta dari belakang seperti yang biasa kita lakukan", dia memohon.

Kulonggarkan dekapanku dan kubiarkan dia berbalik kemudian nungging. Kuarahkan
penisku ke vaginanya.
"Ooohh.. ssshhh", semakin nikmat, sepertinya semakin sempit dan menjepit. Kita
bersenggama dengan doggy style. Setiap kali kugenjot dan kudorong dia mengerang
dan mendesah serta tubuhnya mengejang-ngejang.
"Oh Mas Sastroo..! aku mau kellluarhhh.. shhh.."

Kita orgasme secara bersamaan. Kutekan dalam sekali dan kusemprtokan seluruh air
maniku sampai ke dasar-dasarnya. Kita berbaring kelelahan beberapa saat. Tiba-tiba
tangannya mengelus-elus penisku. "Oh.. shhh" aku tegang lagi. Kuraba dan kuelus
seluruh lekuk tubuhnya BH-nya yang berwarna hitam kulepaskan dan kini semua
pakaianya teronggok di lantai, kita betul-betul bugil saat itu. Kamipun
bersetubuh lagi. Bermacam-macam gaya kami praktekkan hari itu hingga aku merasa
puas menyetubuhi nenekku sendiri. Kejadian itu berlangsung hingga seminggu
sampai orang tuaku kembali dari Singapura. Setelah kedua orang tuaku kembali
dari Singapura saya tidak pernah lagi menyetubuhi nenekku tapi sebagai gantinya
aku setubuhi Yanti, pacarku.

JANGAN LUPA BACA CERITA SEKS DIBAWAH INI JUGA YA SOB...
CERITANYA BAGUS2 DAN MANTAP2


JANGAN LUPA BACA CERITA SEKS DIBAWAH INI JUGA YA SOB...
CERITANYA BAGUS2 DAN MANTAP2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar