Sabtu, 30 Januari 2010

Anak-anak nakal - 3

Aku menyerahkan sebuah shopping bag berisi handphone kepada Rully kemudian aku berangkat meninggalkan mereka semua. Dari balik kaca mobil aku masih melihat Rully sangat terkejut dan senang, yah keinginannya sudah terwujud, selama ini dia berusaha menabung untuk membeli HP seperti teman-temannya yang sudah menggunakan HP. Karena aku sayang padanya maka memberinya sebagai hadiah.
Aku masih mendengar teriakan Rully "mas Raffel terima kasih banyak..! hati-hati mas" kuhentikan mobil sejenak dan kulambaikan tangan kepada Rully "selamat berpisah Rully" kuucapkan dalam hati dan melanjutkan perjalananku. Kutinggalkan komplek perumahan yang aku huni setahun lebih, rumahku yang pernah meninggalkan kenangan bersama Rully, "Selamat tinggal Rully jadilah anak yang baik demi masa depanmu".
Hal pertama yang aku kerjakan setiba di apartemenku, aku menggantung foto tony di dinding kamarku. Sengaja kugantungkan dengan sudut pandang yang tepat dari tempat tidurku, sehingga jika aku ingin tidur bisa mudah menatap foto tony. Apartemen ini cukup strategis, suasananya tenang aku merasakan seakan tempat ini penuh kedamaian. Tapi siapa yang tahu kehidupan kita bisa berubah?
Aku tinggal dalam apartemenku ini hampir tiga tahun, tetapi justru pada masa inilah yang membentuk aku menjadi seseorang petualang cinta sesama jenis. Tinggal di apartemen ini membuat aku mudah tergoda dan mudah mendapatkan akses untuk berhubungan homoseks. Aku mengenal puluhan remaja dan pemuda dari semua type kurasakan kenikmatan tubuh mereka yang pada umumnya masih kuliah atau bersekolah. Yaa kehidupanku di sini bersama ANAK-ANAK NAKAL.
Kadang-kadang ada perasaanku ingin melepaskannya tetapi aku tak kuasa melawan rangsangan-rangsangan yang mereka luapkan membuat aku terus ingin menikmatinya. Namun apa yang aku peroleh bukan kebahagian, keseringan terjadi kekecewaan dalam hidupku. Di sinilah karakterku benar-benar terbentuk hingga akhirnya aku berjumpa kembali dengan tony yang berusaha menyadarkan aku.
"Aku pernah menyayangi seorang bocah yang kukenal sejak dia berusia 12 tahun, ketika aku benar-benar memilikinya dan aku sangat membutuhkannya dia meninggalkanku saat berusia 16 tahun untuk membentuk masa depannya. Walau hidupku menjadi goncang saat ditinggalkannya tetapi aku selalu ingat bahwa aku masih memilikinya sebagai tanggung jawabku sampai aku tidak memiliki kehidupan di dunia ini lagi. Aku sudah berjanji padanya dan aku harus menepatinya.
EPILOG:
Sudah lama aku duduk di bangku ruang tunggu ini, sebenarnya aku sangat mengantuk sekali karena semalam aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkan hari yang aku tunggu ini, merencanakan apa yang akan aku lakukan sepanjang hari ini. Memang aku tidak sabar karena perasaan bahagia sehingga aku datang terlalu awal 60 menit, "ah" kuputuskan sebaiknya aku nongkrong di mc Donald saja. Sambil menikmati French-fries dan softdrink aku menulis SMS "saat ini aku sedang makan di mc-Donald dan aku akan ikuti permintaanmu aku tunggu di sini".
Mataku terus mengawasi kalau kalau dia telah datang menghampiriku. Saat kulihat kedatanganya, aku memandangi terus dengan rasa penasaran yang tinggi tapi aku tidak akan berdiri dan tidak akan kuhampiri, dia yang akan menghampiriku itu permintaannya. Ketika telah sampai di depanku, kupikir dia akan memelukku, tetapi dia malahan diam berdiri di depanku. Aku memandanginya dari ujung rambut hingga ujung kakinya, dia seorang pria yang sangat tampan, manis dan sayang padaku.
Saat aku ingin berdiri memeluknya dia mengapaiku dan memeluk tubuhku dan kubalas pelukannya "salam tony manja yang aku rindukan setiap saat" tony menguatkan pelukannya. Aku merangkul pundaknya sambil menuju ke tempat parkir. Aku rasakan sekarang tubuhnya lebih tinggi dariku, sangat berbeda jauh dengan masa kecilnya. "sini kuncinya, biar tony yang nyetir saja" permintaan tony padaku. Aku sudah berjanji bahwa aku akan menuruti semua permintaan tony tidak akan aku tolak dengan kata "tidak atau jangan" pokoknya apapun permintaannya aku akan selalu "ya". Setelah memuat kopernya ke dalam mobil CR-Vku tony mulai mengarahkan tujuannya ke apartemenku.
Hari ini tony baru tiba dari merlbourne, ini merupakan kunjungan yang ketiga kalinya hanya dia datang sendiri tanpa sherly mendampinginya. Lusa tanggal 30 desember aku harus memindahkan semua barang-barangku dari apartemen yang telah kuhuni hampir tiga tahun. Tony menginginkan aku pindah ke sebuah komplek perumahan di ujung Jakarta Timur, aku harus menyetujuinya demi kebaikanku dan tony. Bermula pada waktu kedatangannya yang kedua kali, aku mengakui secara jujur kepada tony bahwa aku tidak bisa menjalani hidupku dengan baik semenjak tinggal di apartemen itu, aku banyak melakukan hal-hal yang tidak normal karena aku menjadi bagian kehidupan satu kelompok yang belum diakui oleh orang-orang sekitarku.
Tony memahamiku tapi dia berkata padaku "Kakak adalah tanggung jawabku seumur hidupku aku akan selalu menjagamu dan aku ingin Kakak seperti aku bisa keluar dari masalah ini". Hatiku bergetar mendengar ucapannya ini aku tidak bisa berkata apa-apa, "aku ingin menjadi penurut saja seperti tony kecil yang dulu juga sangat penurut padaku" suara dalam hatiku. Yah tujuan kedatangan tony kali ini adalah mengurus pemindahan ke rumah baruku, sekaligus merayakan akhir tahun bersamaku tapi aku agak bingung tanpa kehadiran sherly. "Ton bagaimana kabar sherly, hubungan kalian baik-baik saja kan? aku juga sayang padanya jadi jika ada masalah kamu tidak boleh menyembunyikannya padaku" tanyaku pada tony."Kakak nggak usah khawatir kami baik-baik saja, sherly ada keperluan penting yang tidak bisa di tinggalkan jadi aku terpaksa datang sendiri" sahutnya dengan lancar.
Selasa siang menjelang akhir tahun kami berkunjung ke mall di Jakarta selatan yang menjadi tempat pertemuan pertama kami dulu. Tony ingin bertanding Daytona denganku, walaupun sudah lama aku tidak berminat dengan permainan ini tapi suasana hatiku berbeda. Pada saat perlombaan ternyata aku tidak bisa menyaingi tony dan akhirnya tony lebih banyak menang dari padaku. Selesai bermain kami berbelanja keperluan kami untuk beberapa hari di Hero. "Kakak ke mobil dulu yaa tony mau beli pizza dulu" pintanya.
Aku menunggu sekitar 20 menit dan tony menghampiriku dengan membawa satu potong pizza kotak, satu cheese burger dan segelas orange-juice. Semuanya diserahkan padaku, tapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan "ton apa Kakak harus sisakan setengah untukmu seperti waktu kamu kecil dulu" candaku dengan tertawa kecil. "Kakak, tony rindu pada saat Kakak pertama kali menyayangi tony, dan tony nggak mau kehilangan Kakak yang dulu, Kakak yang bisa melindungi tony, Kakak harus kembali menjadi diri Kakak yang dulu" demikian ucapan tony dan kulihat matanya memerah. Kemudian aku memberikan pizza kepada tony dan aku sendiri memakan cheese burger sedangkan orange juicenya terpaksa kami harus berbagi karena cuma ada segelas.
Saat berada di rumah sekitar pukul 15.00 tony menelpon ke merlbourne tanpa sengaja aku mendengar jelas ucapannya "Happy birthday dear my love". Aku sangat kaget tapi selama ini aku tidak tahu bahwa sherly berulang tahun pada tanggal 31 Desember. "Ton kenapa kamu harus datang ke Jakarta kalau sherly sedang merayakan ulang tahunnya sekarang, kasihan kan ulang tahunnya tanpa orang yang dicintainya" jawab tony padaku "Kakak aku sudah ngomong sama sherly dan dia tidak apa-apa, dia sedang berpesta ulang tahun dengan teman-temannya dan dia tahu tony juga ada urusan penting, percaya sama tony kami baik-baik aja, okey." Aku berpikir cukup lama, kenapa tony lebih mementingkan mengunjungiku pada saat kekasihnya sedang merayakan ulang tahun seharusnya dia mendampingi sherly, aku merasa bersalah pada sherly.
Sore hari kami putuskan pergi ke caf di Jakarta Pusat yang cukup ramai, awalnya kami merencanakan barbeque di rumah sambil menikmati acara pesta kembang api akhir tahun di komplek perumahan baru kami, tetapi informasinya tahun ini tidak lagi menyelenggarakan acara tersebut. Jika akhir tahun-tahun lalu aku merayakan dan berpesta dengan teman-teman lelakiku yang pada umumnya masih kuliah atau sekolah, akhir tahun ini aku sudah bersama tony yang sangat aku sayangi, aku menggandeng tangannya kami bercanda, bercerita, humor dan kadang mengungkapkan perasaan yang terkadang membuat kami menjadi sedih.
Ketika nyayian "Auld Lang Syne" terdengar aku menjadi terbawa pada perasaanku, aku menangis membayangkan masa laluku, masa-masa aku menjalani hidupku tanpa tony bersamaku. Aku memeluk tony dan menciumnya kukatakan "maafkan Kakak sangat mengecewakan tony, Kakak tidak sehebat tony, Kakak sangat memalukan, maafkan Kakak.." tony memelukku dengan erat, kami benar benar tidak mempedulikan di sekitar kami yang juga entah apa yang mereka perbuat yang kutahu mereka semua sedang bergembira. Aku tidak melepaskan pelukanku dengan tony dan mulailah terdengar suasana ramai di caf menghitung detik "10,9,8,7..1.
Di antara nyaringnya suara terompet tony berkata padaku "Selamat tahun baru Kakak, berjanjilah pada tony yang Kakak sayangi sejak kecil dan sudah menjadi dewasa dan sekarang bersama Kakak, berjanjilah akan memulai hidup baru di tahun 2003, tinggalkan semua hal yang pernah mengecewakan Kakak, dan tony akan selalu menjaga Kakak sampai selamanya." ucapan tony seperti air panas menyirami tubuhku, aku tidak bisa membalas kata-katanya, aku hanya meneteskan air mata, aku mengangguk, aku berusaha, aku akan mencoba dengan semua daya, akan aku lakukan untukmu antony karena aku benar benar CINTA padamu.
TAMAT.
--Raffel--
CATATAN PENULIS:
Di suatu pertemuan diskusi berthema "SEKS BEBAS REMAJA", cukup banyak ABG yang hadir bahkan banyak juga yang ditemani orangtua. Seorang pakar seks yang sangat digandrungi berkata "penyimpangan seks yang terjadi pada remaja itu tidak hanya tanggung jawab orangtua, adik-adik sekalian perlu memahami akan permasalahan ini, tanggung jawab terhadap diri sendiri akan masa depan wajib diperhatikan bagi adik-adik sekalian.
Jangan memandang suatu perbuatan itu hanya dari segi kenikmatan sesaat saja karena kenikmatan yang diperoleh dengan tidak wajar ada satu resiko yang mengikutinya yang tanpa kita sadari akan menghancurkan masa depan kita." Ini bukan sekedar ungkapan tapi ini adalah kenyataan yang terjadi dan sangat jelas berlaku bagi siapapun. Dari kebanyakan yang demikian pada umumnya berawal untuk mencari "kebutuhan kasih sayang", memberi atau menerima kasih sayang namun itu menjadi berlebihan karena keinginan hawa nafsu mengotorinya bahkan akhirnya seks menjadi prioritas.
Kakak ingin berbagi kasih sayang bagi adik-adik yang masih di dalam lingkungan ini, karena kehidupan Kakak pada masa itu bukan mengandung satu kepastian yang memberikan jaminan kebahagian tetapi lebih banyak mengalami kekecewaan, mungkin itu sudah hukum alam.
Hidup di dunia tidak normal (sebutan oleh sebagian besar manusia yang menamakan diri mereka normal) menciptakan kebimbangan, apakah selamanya aku akan begini terus?, atau aku ingin memberikan target pada usiaku yang kesekian aku ingin berubah?, atau aku ingin menikmatinya sampai puas baru berubah? Dalam hal seperti ini perubahan hanya ditentukan pada hari ini dan besok, selain itu adalah omong kosong.
Jika hari ini kamu bertekad besok kamu harus berubah meninggalkan semua cara-cara lama, jika ternyata tekadmu hari ini sudah ada tetapi besokpun engkau belum mau berubah, maka hari-hari depanmu makin sulit berubah, biasanya keinginan perubahan itu lebih mudah terjadi jika ada satu motifasi yang positif, apakah itu sifatnya suatu pemikiran atau pengaruh seseorang. Kakak berharap kalian tidak hanya "tahu" tetapi "tidak mau tahu" berusahalah dan semoga adik-adikku semua bisa memiliki masa depan yang lebih cerah.
Cerita ini aku persembahkan kepada semua pembaca RumahSeks secara khusus kepada teman-teman yang sudah berkirim email aku mengucapkan terima kasih, maaf aku tidak bisa mengucapkan satu persatu karena disamping sangat banyak juga menyangkut privasi teman-teman.
Sejak ditampilkannya kisah ANTONY BOCAH 12 TAHUN email yang kubalas meningkat tiga kali lipat daripada sebelumnya, walaupun tanganku serasa mau copot tapi aku dengan senang hati dan senantiasa akan membalasnya karena aku berusaha untuk tidak mengecewakan teman-teman, demikian juga aku berharap sama, kalian tidak akan mengecewakan orang lain. Disamping itu aku juga senang karena jari-jari tanganku jadi terlatih "ber-aserehe".
Jika memungkinkan aku akan menampilkan kisah di masa aku bersama dengan ANAK-ANAK NAKAL di apartemenku, TAPI NGGAK JANJI YAA, pokoknya sedang kupertimbangkan! (mohon maaf jika ada pembaca yang terlibat dan anda tidak perlu khawatir karena privasi anda semua akan kujaga dan pasti anda sudah mengenal sifat saya).
Thanks a lot, see you..
Raffel

Tamat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar